————————
Fadhilatus Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh.
Fadhilatus Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh.
Musibah-musibah yang menimpa seorang
insan pada badannya, keluarganya, hartanya, atau masyarakatnya dapat
menjadi penebus-penebus bagi dosa-dosa yang akan Alloh hapus dari
dosa-dosa nya seorang hamba.
Apabila dia bersabar dan mengharapkan pahala dari Alloh maka dia akan mendapatkan pahala karenanya.
Maka keadaan manusia ditinjau kepada berbagai musibah terbagi menjadi 3 (keadaan):
Orang yang tidak meratap namun murka dan meyakini bahwa ini adalah
suatu bentuk kezhaliman baginya maka (orang) ini berdosa, ditinjau
kepada musibah yang menimpanya.
Keadaan kedua: orang yang bersabar dan tidak menyesali dan tidak murka
(atas musibah tersebut, pent), maka (orang) ini yang akan Alloh hapus
karenanya dengan musibah ini apa yang Alloh kehendaki dari dosa-dosa
nya.
Keadaan ketiga: orang yang bersabar dan dia pun mengharapkan pahala
kepada Alloh Azza wa Jalla, maka dalam keadaan ini maka musibah menjadi
penghapus bagi dosa dan mendapatkan pahala atas harapannya kepada pahala
Alloh Azza wa Jalla.
Sumber: Silsilah Fatawa Nur ‘ala ad-Darb kaset no. (226).
Audio dapat didengar di:
http://is.gd/GsNUIK
http://is.gd/GsNUIK
__ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
————————
————————
Review / Koreksi