DUA ROKAAT SUNNAH LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN SELURUH
Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
Apakah hadits ini shahih…
”Dua rakaat yang didirikan seorang hamba
di tengah malam pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya” (H.R
Muhammad bin Maruzi)…
Bagaimana prakteknya….apakah cukup sekali seumur hidup apa harus bangun doa rokaat setiap malam?
Jawab: Lafadz hadits tersebut adalah:
لَرَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا ابْنُ آدَمَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Sungguh dua rokaat yang dilakukan Anak
Adam di pertengahan malam yang terakhir lebih baik baginya dibandingkan
dunia dan apa yang ada padanya Hadits ini diriwayatkan oleh Muhammad bin
Nashr al-Maruzi (bukan Muhammad bin Maruzi) dalam kitabnya Qiyaamul
Lail. Hadits ini melalui jalur riwayat ini adalah lemah, karena meski
para perawinya terpercaya namun mursal (terputus sanad antara Nabi
dengan Tabi’i yang bernama Hassan bin Athiyyah).
Namun ada jalur riwayat lain dari
Sahabat Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Ibnu Syaahiin dalam kitabnya
atTarghiib fii fadhoo-ilil A’mal wa tsawaabi dzalik yang diharapkan bisa
menjadi penguat sehingga paling tidak, terangkat sampai pada derajat
hasan, InsyaAllah.
Artinya, dua rokaat sholat malam itu
lebih utama dan lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Menunjukkan
bahwa semua kenikmatan dunia ini jika dibandingkan dengan suatu amalan
ibadah yang ringan adalah sangat tidak setara. Kenikmatan dunia dan
seluruh isinya masih kalah dengan sholat dua rokaat pada saat Qiyaamul
Lail yang dilakukan sekali. Demikian juga sholat dua rokaat sebelum
Subuh lebih utama dibandingkan dengan dunia dan seluruh isinya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Dua rokaat Fajar (sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seluruh isinya (H.R Muslim dari Aisyah)
Orang yang sudah meninggal, tidak akan
bisa lagi melakukan amal ibadah apapun. Saat di alam barzakh dan
mengetahui demikian besarnya manfaat amal ibadah yang bisa menyelamatkan
dia, jika seandainya ia diberi kesempatan kembali ke dunia dan diberi
pilihan: pertama kembali ke dunia untuk sholat dua rokaat sunnah,
kemudian dimatikan lagi, atau kedua: kembali ke dunia untuk menikmati
kenikmatan dunia dan seluruh isinya kemudian dimatikan lagi, maka ia
pasti akan memilih yang pertama untuk sekedar bisa sholat sunnah dua
rokaat saja.
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَبْرٍ فَقَالَ : مَنْ صَاحِبُ هَذَا
الْقَبْرِ ؟ فَقَالُوْا فُلَانٌ : فَقَالَ : رَكْعَتَانِ أَحَبُّ إِلَى
هَذَا مِنْ بَقِيَّةِ دُنْيَاكُمْ رواه الطبراني
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu-:
Sesungguhnya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melewati sebuah
kubur kemudian bertanya: Siapa yang di kubur ini? Para Sahabat menjawab:
Fulaan. Nabi bersabda: Dua rokaat (yang bisa dikerjakan olehnya) lebih
ia sukai dibandingkan (seluruh) yang tersisa dari dunia kalian (H.R
atThobarony, dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Mundziri dan dinyatakan
hasan shahih oleh al-Albaniy)
Dalam riwayat lain, Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:
رَكْعَتَانِ
خَفِيْفَتَانِ مِمَّا تَحْقِرُوْنَ وَتَنَفَّلُوْنَ يَزِيْدُهَمَا هَذَا
يُشِيْرُ إِلَى قَبْرِهِ فِي عَمَلِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ بَقِيَّةِ
دُنْيَاكُمْ
Dua rokaat ringan yang kalian remehkan
dan yang berupa sholat nafilah, yang bisa menambah amalan (sholih) bagi
penghuni kubur ini (beliau menunjuk pada kuburan tersebut) lebih ia
cintai dibandikan dunia kalian yang masih tersisa (H.R Ibnul Mubarok
dalam az-Zuhud, dishahihkan al-Albaniy dalam as-Shahihah)
Maka saudaraku, marilah kita manfaatkan
hidup di dunia ini untuk memperbanyak amal kebaikan kepada Allah
Subhaanahu Wa Ta’ala, di antaranya dengan memperbanyak sholat sunnah
yang sesuai dengan bimbingan Nabi shollallahu alaihi wasallam. Semoga
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan taufiq dan
pertolonganNya kepada kita untuk menjalankan hal itu.
Review / Koreksi