MANDI DAN HUKUM JUNUB (BAG KE-2)
Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
Apakah Hadits yang Menjadi Patokan Tata Cara Mandi Nabi?
Jawab:
Ada 2 hadits utama yang menjadi patokan
tata cara mandi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Hadits itu
adalah hadits Aisyah dan hadits Maimunah (dua orang ibunda orang
beriman, istri Nabi shollallahu alaihi wasallam)
Hadits Aisyah:
عَنْ
عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ
ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ
يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ
أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ
اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى
سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau
berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika mandi janabah
memulai dengan mencuci kedua tangan beliau kemudian menuangkan air
dengan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri, kemudian mencuci
kemaluan beliau kemudian berwudhu’ sebagaimana wudhu’ dalam sholat.
Kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya pada pangkal rambut,
hingga beliau mengira (air) telah menjangkau seluruh (bagian rambut)nya,
beliau menciduk air dengan kedua telapak tangan dan mengguyurkan pada
kepala 3 kali. Kemudian beliau mengalirkan air pada seluruh anggota
tubuh, kemudian beliau mencuci kedua kakinya (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Hadits Maimunah:
عَنْ
مَيْمُونَةَ قَالَتْ وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَضُوءًا لِجَنَابَةٍ فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ
مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ
بِالْأَرْضِ أَوْ الْحَائِطِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ مَضْمَضَ
وَاسْتَنْشَقَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى
رَأْسِهِ الْمَاءَ ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ
رِجْلَيْهِ قَالَتْ فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا فَجَعَلَ
يَنْفُضُ بِيَدِهِ
Dari Maimunah –radhiyallahu anha-beliau
berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam meletakkan bejana berisi
air untuk mandi janabah. Kemudian beliau menciduk dengan telapak tangan
kanan diguyurkan pada telapak tangan kiri 2 kali atau 3 kali. Kemudian
beliau mencuci kemaluan beliau. Kemudian beliau memukulkan tangan beliau
pada tanah atau dinding dua kali atau 3 kali. Kemudian beliau berkumur,
menghirup air ke hidung (dan mengeluarkanny), mencuci wajah dan kedua
tangan hingga siku. Kemudian mengguyurkan air pada kepala beliau.
Kemudian beliau mencuci (seluruh) tubuhnya. Kemudian beliau bergeser
tempat, kemudian mencuci kakinya. Maimunah berkata: Kemudian saya
mendatangi beliau dengan membawa sepotong kain (semacam handuk), tapi
beliau tidak menginginkannya. Beliau membersihkan sisa air di tubuh
dengan tangannya. (H.R al-Bukhari)
Sedikit perbedaan pada tatacara dari
kedua hadits di atas menunjukkan bolehnya menggunakan macam yang
berbeda-beda pada tiap waktu. Perbedaan yang ada pada tatacara di hadits
Aisyah dengan Maimunah adalah:
1.Di hadits Maimunah disebutkan bahwa
pada saat membersihkan telapak tangan kiri (setelah mencuci kemaluan),
Nabi memukulkan tangan ke tanah atau dinding, sedangkan di hadits Aisyah
tidak disebutkan hal tersebut.
2.Pada hadits Aisyah ketika berwudhu’
dilakukan secara sempurna (termasuk mencuci kaki), kemudian di akhir
juga mencuci kaki, sedangkan hadits Maimunah menjelaskan pada saat
berwudhu’ tidak mencuci kaki, namun diakhirkan mencuci kaki setelah
mencuci seluruh tubuh.
3.Pada hadits Maimunah di bagian wudhu’ tidak ada mengusap kepala, yang ada adalah mengguyurkan air pada kepala.
4.Di hadits Aisyah dijelaskan proses
menyela-nyela rambut dengan jari jemari hingga air sampai pada pangkal
rambut, sedangkan di hadits Maimunah tidak dijelaskan.
Cara mandi yang bagaimanapun yang
digunakan di antara kedua riwayat hadits dari Ummul Mukminin Aisyah dan
Maimunah tersebut keduanya adalah Sunnah Nabi yang bisa diamalkan.
Bolehkah Mandi Wajib dengan Air Hangat?
Jawab:
Ya, boleh. Sebagaimana telah dijelaskan
dalam bab tentang air terdahulu. Boleh seseorang berwudhu’ atau mandi
dengan air hangat selama air yang digunakan suci dan air tersebut bisa
dialirkan pada seluruh anggota tubuh. Sedangkan hadits larangan
menggunakan air hangat untuk berwudhu’ atau mandi adalah hadits yang
lemah.
Jika Seseorang Telah Mandi dan Berniat
Menghilangkan Hadats Besar dan Kecil Sekaligus, Bolehkah Ia Langsung
Sholat Tanpa Berwudhu’?
Jawab:
Ya, boleh. Jika seseorang ketika mandi
berniat menghilangkan hadats besar dan kecil sekaligus, maka selesai
mandi ia bisa langsung sholat tanpa harus berwudhu’ lagi. Meski di dalam
mandi-nya tidak mengandung wudhu’.
عَنْ عَائِشَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الغُسْلِ
Dari Aisyah –radhiyallahu anha- bahwa
Nabi shollallahu alaihi wasallam tidaklah berwudhu’ setelah mandi (H.R
atTirmidzi, anNasaai, Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Hakim dan
al-Albany)
Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata:
إِذَا لَمْ تَمَسَّ فَرْجَكَ بَعْدَ أَنْ تَقْضِيَ غُسْلَكَ فَأَيُّ وُضُوءٍ أَسْبَغُ مِنَ الْغُسْلِ
Jika engkau tidak menyentuh kemaluan
setelah selesai mandi, wudhu’ mana lagi yang lebih sempurna dibandingkan
mandi? (H.R Abdurrozzaq dalam Mushonnaf)
Kecuali jika setelah mandi ia berhadats kecil, maka ia wajib untuk wudhu’ sebelum sholat.
wa Al’itishom
Review / Koreksi