Mengenal Riya’
Riya’ adalah menampakkan amalan sholih dalam rangka mencari pujian manusia.
Menampakkan sedekah supaya di puji,menampakkan sholat dan puasa supaya dipuji,berjihad,menuntut ilmu,dan menampakkan berbagai amal ibadah lainnya demi pujian dan sanjungan manusia.
Menampakkan sedekah supaya di puji,menampakkan sholat dan puasa supaya dipuji,berjihad,menuntut ilmu,dan menampakkan berbagai amal ibadah lainnya demi pujian dan sanjungan manusia.
Apa hukumnya?
Riya’ merupakan dosa besar. Karena riya’ termasuk perbuatan syirik kecil.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya yang paling ditakutkan
dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar
(syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan
asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar
Riya’.”
Bahaya riya’ ?
apabila suatu amalan dilandasi rasa riya
dari awalnya maka ini bisa menyebabkan suatu amalan tertolak dan tidak
diterima di sisi Allah Azza wa Jalla. Allah subhanahu wata’ala berfirman
:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ
وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ
تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ
شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman janganlah
kalian menghilangkan pahala sedekahmu dengan selalu menyebut-nyebut dan
dengan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang-orang yang
menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman
kepada Allah dan hari akhir”.
(Al Baqarah: 264)
(Al Baqarah: 264)
Dalam ayat di atas, Allah subhanahu
wata’ala mengabarkan bahwa sedekah yang selalu disebut-sebut atau
menyakiti perasaan si penerima akan menyebabkan hilangnya pahala sedekah
tersebut di sisi Allah subhanahu wata’ala sebagaimana orang yang riya’
dalam infaq dan sedekahnya.
Selain tertolaknya amalan,pelaku riya’ juga di ancam dengan neraka.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
menyebutkan dalam sebuah hadits bahwa yang pertama kali dihisab di hari
kiamat adalah tiga golongan manusia:
pertama; seseorang yang mati di medan jihad
kedua; pembaca Al Qur’an, dan yang
kedua; pembaca Al Qur’an, dan yang
ketiga; seseorang yang suka berinfaq.
Ketiga golongan manusia ini Allah
subhanahu wata’ala campakkan dalam An Naar (neraka) karena mereka
beramal bukan karena Allah subhanahu wata’ala namun sekedar mencari
pujian dan popularitas.
(HR. Muslim no. 1678)
(HR. Muslim no. 1678)
Bagaimana jika rasa riya’itu muncul di tengah-tengah amalan?
Seseorang melakukan suatu amalan dengan
niat awal dalam hatinya adalah hanya untuk Allah kemudian
ditengah-tengah melakukan amalan tersebut terbersit rasa riya'( ingin
dipuji).
Maka yang seperti ini dirinci :
Apabila dia berusaha untuk menghilangkan
rasa riya’ yang tiba-tiba hinggap tersebut dan tidak memperdulikannya
serta bersungguh-sungguh berusaha untuk memurnikan niatnya hanya untuk
Allah semata maka riya’ tersebut tidak akan membahayakannya.
Apabila riya tersebut terus diikuti
hingga akhir amalannya dan amalan yang dilakukan adalah jenis amalan
yang bersambung dari awal sampai akhir seperti sholat, maka amalan
tersebut akan tertolak dan pelakunya pun akan mendapatkan ancaman siksa
neraka.
Dan apabila amalannya adalah amalan yang
terpisah antara awal dengan yang akhir misalnya sedekah untuk dua orang
dalam waktu yang sama.
Ketika bersedekah kepada yang ke-1
ikhlas kemudian kepada yang ke-2 muncul rasa riya’, maka riya’ tidak
akan membahayakannya pada keadaan pertama,dan akan membahayakannya pada
keadaan kedua.
(Jamii’ul ‘uluumi wal hikam Ibnu Rajab Al Hambali)
dikutip dari WhatsApp Minhajus Sunnah Kendari dari KHAS
WA PENCARI ALHAQ
Cikarang
Cikarang
Review / Koreksi