Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
TIDAK MEMBICARAKAN PERSELISIHANYANG TERJADI DI ANTARA PARA SAHABAT NABI
Al-Muzani rahimahullah menyatakan:
وَيُقَالُ
بِفَضْلِهِمْ وَيُذْكَرُوْنَ بِمَحَاسِنِ أَفْعَالِهِمْ وَنُمْسِكُ عَنِ
الْخَوْضِ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ فَهُمْ خِيَارُ أَهْلِ اْلأَرْضِ
بَعْدَ نَبِيِّهِمْ ارْتَضَاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ
وَخَلَقَهُمْ أَنْصَارًا لِدِيْنِهِ فَهُمْ أَئِمَةُ الدِّيْنِ وَأَعْلاَمُ
الْمُسْلِمِيْنَ فَ رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ
Disebutkan keutamaan mereka (para
Sahabat Nabi), disebutkan kebaikan-kebaikan perbuatan mereka. Kita
menahan diri dari membicarakan perselisihan di antara mereka. Mereka
adalah penghuni bumi terbaik setelah Nabi mereka. Allah jadikan Nabi
mereka ridha kepada mereka. Allah ciptakan mereka sebagai penolong untuk
agamaNya. Mereka adalah para pemimpin agama, dan pemimpin kaum
muslimin. Semoga rahmat Allah (tercurah) untuk mereka seluruhnya
PENJELASAN:
Sebagian besar penjelasan tentang
keutamaan Sahabat Nabi telah disampaikan pada bab sebelumnya. Pada
bagian ini beberapa hal yang akan dijelaskan adalah:
- Menahan diri dari membicarakan perselisihan di antara mereka.
- Para Sahabat Nabi adalah penghuni bumi terbaik setelah Nabi
Menahan Diri dari Membicarakan Perselisihan di antara para Sahabat Nabi
Al-Muzani menyatakan: Kita menahan diri dari membicarakan perselisihan di antara mereka
Janganlah membicarakan tentang para
Sahabat Nabi kecuali kebaikan. Janganlah membicarakan perselisihan di
antara mereka dengan tujuan untuk menjelek-jelekkan salah satu pihak.
Itulah yang dituntunkan oleh Nabi dalam sabdanya:
إِذَا ذُكِرَ أَصْحَابِي فَأَمْسِكُوا
Jika disebut tentang para Sahabatku, maka tahanlah (H.R atThobarony, dishahihkan Syaikh al-Albany)
Umar bin Abdil ‘Aziz pernah ditanya tentang perselisihan yang terjadi di antara para Sahabat. Beliau menjawab:
تلك دماء طهَّرالله منها سيوفنا ، فلا نخضِّب بها ألسنتنا
Itu adalah darah-darah yang
pedang-pedang kita disucikan Allah darinya, maka janganlah kita warnai
lisan-lisan kita dengannya (al-Bahrul Muhiith karya az-Zarkasyi (6/187))
Maksud dari ucapan Umar bin Abdul Aziz
tersebut adalah: kalau kita sudah tidak terlibat secara langsung dalam
perselisihan itu, mengapa kita biarkan lisan kita membicarakan tentang
mereka. Itu tidak ada manfaatnya.
Jika ada yang bertanya: Apakah para
Sahabat yang berselisih dan berperang itu tidak termasuk dalam hadits
Nabi: Jika dua orang muslim bertemu dengan pedang masing-masing, maka
pembunuh dan yang dibunuh masuk neraka?
Al-Imam anNawawiy menjelaskan bahwa
perang yang terjadi di antara para Sahabat Nabi tidaklah masuk dalam
hadits tersebut karena masing-masing pihak bukan berperang karena
fanatisme kesukuan atau kepentingan duniawi. Masing-masing pihak
berijtihad dan melakukan penakwilan. Maka tidak ada yang berdosa karena
mereka adalah orang-orang yang berhak untuk berijtihad.
Beliau menyatakan:
أن
الدماء التى جرت بين الصحابة رضى الله عنهم ليست بداخلة فى هذا الوعيد
ومذهب أهل السنة والحق إحسان الظن بهم والامساك عما شجر بينهم وتأويل
قتالهم وأنهم مجتهدون متأولون لم يقصدوا معصية ولامحض الدنيا بل اعتقد كل
فريق أنه المحق ومخالفة باغ فوجب عليه قتاله ليرجع إلى أمر الله وكان بعضهم
مصيبا وبعضهم مخطئا معذورا فى الخطأ لأنه لاجتهاد والمجتهد إذا أخطأ لا
إثم عليه
Sesungguhnya darah (yang tertumpah)
di antara para Sahabat (Nabi) radhiyallahu anhum tidaklah masuk dalam
ancaman ini. Madzhab Ahlussunnah dan kebenaran adalah berbaik sangka
kepada mereka dan menahan diri (untuk membicarakan) perselisihan di
antara mereka, dan menakwilkan peperangan (di antara) mereka adalah
karena mereka berijtihad dan melakukan pentakwilan, tidaklah bermaksud
untuk melakukan kemaksiatan atau kepentingan duniawi. Bahkan tiap pihak
berpendapat bahwa mereka yang benar sedangkan pihak lain adalah bughot
yang wajib diperangi hingga kembali kepada perintah Allah. Di antara
mereka ada yang benar, sebagian lagi salah dan mendapatkan udzur karena
dia berijtihad. Orang yang berijtihad jika salah tidak ada dosa baginya
(Syarhun Nawawi ala Shahih Muslim (18/11))
Para Sahabat Nabi adalah Penghuni Bumi Terbaik setelah Nabi
Al-Muzani menyatakan: Mereka adalah penghuni bumi terbaik setelah Nabi mereka. Allah jadikan Nabi mereka ridha kepada mereka.
Para Sahabat Nabi adalah manusia terbaik
setelah Nabi. Maka kelirulah orang yang terlalu mengedepankan
orang-orang lain yang hidup sepeninggal para Sahabat Nabi di atas mereka
dalam hal keutamaan.
Review / Koreksi