Oleh : Abu Nasim Mukhtar “iben” Rifai
Dengan tergesa-gesa dan dada yang
berdebaran,laki-laki itu tiba di rumahnya. Kepada sang istri,laki-laki
itu memohon,”Selimutilah aku! Selimutilah aku!”.Hangatnya selimut di
tambah dengan perhatian dan ketenangan sang istri membuat rasa cemas
yang ada sebelumnya mulai berangsur-angsur hilang.Suasana pun akhirnya
menjadi tenang.
“Apa yang sedang terjadi pada
diriku?”,demikian sang suami menumpahkan isi hati kepada istrinya. Tanpa
diminta lebih lanjut,laki-laki tersebut kemudian menceritakan semua
pengalaman yang belum lama terjadi. Ia ditemui makhluk ajaib dan didekap
erat sambil memintanya untuk membaca. ”Aku tidak mampu
membaca”,jawabnya. Terus berulang hingga tiga kali.Barulah makhluk ajaib
itu melepaskan dirinya dan membacakan lima ayat pertama dari surat Al
‘Alaq.
Laki-laki itu adalah nabi kita,nabi
Muhammad bin Abdullah. Makhluk ajaib itu tentunya adalah malaikat
Jibril. Sementara sang istri yang melayani,mendengarkan cerita dengan
sepenuh hati dan memotivasi untuk meneguhkan hati adalah wanita terbaik
di atas muka bumi,Khadijah bintu Khuwailid.
Sungguh besar dan penting peranan
seorang istri bagi seorang laki-laki. Mungkinkah laki-laki dapat hidup
secara baik dan mapan tanpa kehadiran seorang istri? Allah menetapkan
sunnah Nya ; manusia diciptakan dengan berpasang-pasang. Target
terpuncak dari maghligai pernikahan adalah mewujudkan ikatan yang
dibalut oleh sakinah,mawaddah dan rahmah. Demi ketenangan hidup.
“Ada juga ulama yang tidak
menikah?”.Benar,memang ada.Namun,berapakah prosentase mereka yang tidak
menikah? Sangat kecil. Justru mayoritas ulama mewujudkan pernikahan.
Kisah-kisah indah dan mengharukan tentang perjalanan pernikahan ulama
juga tercatat di dalam sejarah. Kemudian,apakah sebab yang membuat
ulama-ulama itu tidak menikah? Benci dan tidak suka? Tentu bukan!
Kecintaan kepada ilmu lah yang membuat mereka dilupakan dari pernikahan.
Bisakah Anda menyibukkan diri dengan belajar agama sehingga tidak
berpikir tentang wanita? Jawabannya ada di tangan Anda.
Hari itu,saat nabi Muhammad merasakan kecemasan luar biasa,setelah menceritakan semua yang telah dilewati,beliau berujar,
لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي
”Sungguh,aku sangat khawatir tentang keselamatan diriku sendiri”.
Inilah istri shalihah! Anugrah terindah.
Dialah istri terbaik! Karunia nan elok. Wahai kaum wanita,teladanilah
Khadijah! Tenang,sabar,penuh perhatian dan selalu mendukung serta
membesarkan hati sang suami.
Penuh semangat dan cinta,kata-kata Khadijah begitu menghibur,
Penuh semangat dan cinta,kata-kata Khadijah begitu menghibur,
كَلَّا
وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ
وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ
وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
”Tidak mungkin! Demi Allah,Allah tidak
akan mungkin menghinakan dirimu selama-lamanya! Sungguh,engkau adalah
seorang hamba yang selalu menjaga tali silaturahim,menanggung beban
orang lain,membantu orang yang tak punya,memuliakan tamu dan menolong
orang-orang untuk memperoleh haknya”.
Subhanallah! Pantas saja Rasulullah
menambatkan tali cinta pada tiang kasih milik Khadijah,ibunda kita.
Motivasi dan dukungan selalu dicurahkan untuk sang suami. Bukan hanya
moril bahkan materil. Setelah dukungan dengan moril berupa kata-kata
yang menghibur? Dukungan materil. Khadijah mengajak nabi Muhammad,sang
suami,untuk menemui Waraqah bin Naufal. Seseorang yang telah buta namun
sangat mengerti tentang ajaran Nasrani yang masih utuh. Waraqah masih
terhitung paman Khadijah. Setelah menyimak kisahnya,Waraqah memberitakan
tentang kenabian Muhammad.
Sejak gema dakwah islam pertama kali
didentangkan,Khadijah telah menyatakan iman. Dialah wanita pertama yang
masuk islam. Semua harta kekayaannya dan Khadijah memang termasuk
saudagar kaya raya- diserahkan penuh untuk dakwah islam. Tanpa berat
hati,tulus dan ikhlas.Khadijah menjadi kawan berbincang dan teman
berdiskusi yang menyenangkan untuk nabi Muhammad.
Duh,menyenangkan! Istri dambaan dan pujaan hati. Menyenangkan saat dipandang,menyejukkan hati kala terbayang,menentramkan jiwa ketika berbicara. Gemar beribadah,dermawan juga penuh keibuan.
Duh,menyenangkan! Istri dambaan dan pujaan hati. Menyenangkan saat dipandang,menyejukkan hati kala terbayang,menentramkan jiwa ketika berbicara. Gemar beribadah,dermawan juga penuh keibuan.
Khadijah bintu Khuwailid,ibunda
kita.Semoga Allah meridhai Anda,wahai Ibunda.Semoga istri-istri kami
dapat meniru Anda,wahai Ibunda.Amin
Tahun kesedihan.Dalam sejarah anak
manusia hanya ada sekali saja,sebuah tahun yang disebut dengan tahun
kesedihan. ’Amul Huzn adalah tahun kesedihan karena pada tahun itu telah
wafat dua orang yang sangat dikasihi oleh nabi Muhammad. Paman Abu
Thalib kemudian disusul sang istri tercinta, Khadijah bintu Khuwailid.
Ramadhan pada tahun kesepuluh setelah diangkat menjadi nabi,Khadijah
meninggalkan sang kekasih,Rasulullah.
Rasa sedih sungguh-sungguh telah mengalir di setiap aliran darah Rasulullah.Hati beliau benar-benar merasa kehilangan.
Begitulah istri yang baik! Ia akan selalu dicinta dan dikasihi sepenuh hati oleh suami.Peranan penting dan andil yang besar akan membuat suami merasa kehilangan.Jika istri yang baik jatuh sakit,seolah-olah ada belahan jiwa sang suami yang terampas hilang. Jika terpisahkan oleh jarak dan waktu,karena tugas atau mencari nafkah,seakan-akan doa sang istri hangat menyertai.
Benarlah sabda Rasulullah,
Begitulah istri yang baik! Ia akan selalu dicinta dan dikasihi sepenuh hati oleh suami.Peranan penting dan andil yang besar akan membuat suami merasa kehilangan.Jika istri yang baik jatuh sakit,seolah-olah ada belahan jiwa sang suami yang terampas hilang. Jika terpisahkan oleh jarak dan waktu,karena tugas atau mencari nafkah,seakan-akan doa sang istri hangat menyertai.
Benarlah sabda Rasulullah,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia hanyalah untaian perhiasan.Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah”
Wajar saja jika ibunda Aisyah merasa
cemburu, Dan itu wajar. Seringkali Rasulullah mengingat dan menyebut
nama Khadijah.Jika ada makanan yang pantas,Rasulullah selalu meminta
agar teman-teman Khadijah diberi bagian.Sampai-sampai ibunda Aisyah
menyatakan,”Seolah-olah tidak ada wanita lain di dunia ini selain
Khadijah!”Seorang istri dengan sifat dan karakter terpuji tentu akan
dikasihi sang suami. Apapun akan dilakukan oleh sang suami demi
membahagiakannya.
Istri shalihah akan dipuja dan disanjung
oleh suaminya. Segala cara akan ditempuh oleh sang suami agar ia
bahagia. Istri shalihah tidak akan disakiti dan dikecewakan oleh sang
suami. Jika suami menyakiti dan mengecewakannya,sungguh keterlaluan dia
sebagai suami!
Astaghfirullah.
Astaghfirullah.
Review / Koreksi