Nasehat Untuk Ahli Yaman, (asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah)
Pertanyaan Ketujuh
Apa yang terjadi, yaitu
penyerangan Rafidhah di Yaman, tidaklah tersamar pada Anda. Apakah ada
nasehat yang Anda tujukan untuk Ahlus Sunnah di sana?
Jawab :
Sebelum ini, sekitar dua pekan
atau dua puluh hari, aku tidak hafal tanggalnya, telah keluar dariku
fatwa bahwa perlawanan terhadap kaum Hutsiyin Rafidhah yang kafir
kebatinan, untuk mengalahkan mereka dan menghentikan kelaliman mereka, adalah jihad. Aku katakan ketika itu, bahwa itu wilayah-wilayah tersebut(yaitu Dammaj dan sekitarnya, pen) hukumnya fardhu ‘ain. Adalah wilayah Yaman lainnya adalah fardhu kifayah. Adapun yang diluar negara (Yaman) maka hukumnya sunnah.
Dan aku telah menyebutkan
batasan untuk fatwa tersebut, yaitu apabila penguasa (pemerintah) telah
mampu mengerahkan kekuatannya yang bisa mengalahkan dan menghadang para
penyerang tersebut, dan mengenyahkan kezhaliman mereka, maka (ketika
itu) wajib menghentikan (jihad, pen). Kaidah ini tidak hanya untuk di
Yaman secara khusus, namun ini merupakan salah kaidah dari kaidah-kaidah
agama dan prinsip-prinsipnya dalam jihad, yang merupakan salah satu
kewajiban dari Allah yang pasti hingga hari Kiamat.
Maka nasehatku terhadap mereka
yang diserang oleh Rafidhah dan yang semisalnya, hendaknya dalam
perlawanannya – dengan batasan sebagaimana di atas – dan berbagai
kekuatan yang ada pada mereka, hendaknya mereka mengikhlaskannya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena sesungguhnya itu termasuk Jihad Syar’i, dan itu adalah kewajiban
mereka untuk membela diri mereka sendiri. Apabila terjadi perselisihan
di antara mereka, hendaknya ditinggalkan, dan hendaknya mereka bersatu
di bawah pemimpin yang Allah berikan kekuatan padanya. Hendanya mereka
menyatukan kalimatnya dan tidak menyelisihi perintah-perintah pimpinan.
Aku ulangi, aku katakan : (hal
itu) sampai Penguasa (Pemerintah) mampu mengerahkan kekuatan yang
mengalahkan dan menghadang, yang dengan kekuatan tersebut bisa
mengalahkan musuh dan memukul mundur mereka serta menghinakannya,
sehingga mereka benar-benar kalah dengan kekalahan yang memalukan.
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar
memenangkan orang-orang yang menjadi mujahid sejati, demi membela
agama, harga diri, jiwanya, kehormatan, dan hartanya. Semoga Allah
menguatkan orang-orang yang diserang, dari kalangan orang-orang lemah di
negerinya. Semoga Allah menguatkan tekat mereka, agar bangkit membela
orang-orang terzhalimi, dan mengusir orang-orang zhalim. Ya Allah,
tegakkanlah kebenaran dan hancurkanlah kebatilan.
22 Muharram 1435 H
http://miraath.net
سَبَقَ
– قبل نحو أسبوعين أو عشرين يومًا لأني لم أحفظ التاريخ في ذلك الوقات –
مِنِّي فتوى بأن التصدي للحوثيين الرافضة الكفرة الباطنية لقهرهم ودحر
عدوانهم جهاد، وقلت حينئذٍ هو على أهل تلكم المناطق فرضُ عين، وعلى سائر
مناطق اليمن فرض كفاية، وعلى من خارج القطر فهو سُنَّة،
وذكرت قيْدًا لهذه الفتوى
أنَّه إذا بسَط السُّلطان قوَّته القاهرة للمعتدي الرادعة له، الداحرة
لعدوانه وَجَبَ الكف وهذه عامة ليست في اليمن خاصة، قاعدة من قواعد الدين
وأصوله في الجهاد الذي هو فريضة من فرائض الله المحكمة حتى تقوم الساعة.
فنصيحتي
لمن صيل عليهم من قِبَلِ هؤلاء وأمثالهم أن يُخْلِصوا تصدَّيَهم بالقيد
المذكور، تصدَّيَهم وإنبراءهم، وما لديهم من عُدَّة وعتاد لله – سبحانه
وتعالى – فإنَّ ذلك من الجهاد الشرعي، وهو حقٌّ لهؤلاء للدفاع عن أنفسهم،
وإن كانت بينهم خِلافات تَرَكوها وانضوَوْا تحت القائد الذي مكَّنَه الله –
عزَّ وجل – وبوَّأه منهم، وأن يجمعوا كلمتهم ولا يخالفوا أوامر القادة، و
أعيد أقول: حتى يبسط السلطان قوَّته الرادعة القاهرة التي تقهر العدو
وتُعيدَهُ خاسِئًا ذليلًا مقهورًا مَخْزِيًا، فنسأل الله – سبحانه وتعالى –
أن ينصر من كان مجاهدًا بحق للدفاع عن دينه وعرضه ونفسه ومحارمه وماله،
وأن يقوِّي من صيل على مستضعفٍ في بلده، يقوِّي عزيمته حتى ينبري لنصرة
المظلوم ودَحْرِ الظالم، اللهم أَحِقَّ الحق وأمحق الباطل.
Review / Koreksi