Dakwah Salafiyah Tegak Di atas Kaidah-Kaidah Penting
Di antaranya : Bantahan terhadap Para Penyelisih/Penentang (Mukhalif)
Fadhilatusy Syaikh al-’Allamah Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
Bantahan terhadap Para Penyelisih/Penentang merupakan salah
satu kaidah penting, yang Dakwah Salafiyyah tegak di atasnya. Khususnya
bantahan terhadap ahlul bid’ah. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim
rahimahullah dalam kitabnya Madarijus Salikin (I/372), “Pengingkaran
para salaf dan para imam terhadap bid’ah sangat keras. Mereka menyeru
ahlul bid’ah dari segenap penjuru bumi, dan mentahdzir (memperingatkan) dari bahaya fitnah ahlul bid’ah dengan peringatan yang sangat keras. Para salaf sangat keras dalam tahdzir tersebut,
yang tidak mereka lakukan ketika mengingkari kemungkaran dan kezhaliman
lainnya. Karena memang bahaya bid’ah dan daya hancurnya terhadap agama,
serta pertentangannya terhadap agama sangat besar.”
Aku (Muhammad bin Hadi al-Madkhali) katakan, “Karena
bahaya bid’ah yang sangat besar tersebut, maka membantah ahlul bid’ah
merupakan salah satu pintu besar dari pintu-pintu jihad. Membendung
bid’ah merupakan salah satu bentuk jihad fi sabilillah yang paling
afdhal.”
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata (al-Majmu’ IV/13) : “Orang yang membantah ahlul bid’ah adalah mujahid. Sampai-sampai dulu Yahya bin Yahya mengatakan, “Pembelaan terhadap Sunnah lebih utama daripada jihad.”
Adapun cara membantah: adalah dengan mendebati mereka
di atas dalil dan menjelaskan sisi pendalilannya, agar permasalahan
menjadi jelas, terhenti berbagai syubhat, dan hilanglah madharat (dampak
negatif/bahaya)nya dari umat, utamanya dari orang yang memiliki ilmu
sedikit. Cara ini termasuk jihad dengan pena dan lisan.
(al-Ajwibah as-Sadidah VI/411-412)
http://dammajhabibah.net/2013/09/12/pentingnya-bantahan-terhadap-penyelisihpenentang-mukhalif/
Review / Koreksi