Awas, Jangan Dusta!!
Seorang mukmin sudah selayaknya
menghindari dusta. Di kalangan orang-orang jahiliyah arab dulu, dusta
merupakan aib! Mereka adalah orang-orang yang jujur, pantang berdusta!
Lihatlah, Abu Sufyan ketika beliau masih musyrik, sebelum beliau
berislam. Tatkala beliau pergi ke negeri orang-orang Romawi, beliau
ditanya oleh kaisar tentang dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Maka kata Abu Sufyan, “kalau bukan karena malu aku disebut-sebut
pendusta (oleh orang-orang Quraisy), maka bisa saja aku berdusta saat
itu.”. dia takut dari aib yang sangat memalukan ini.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«إِنَّ
الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى
الجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا.
وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي
إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ
اللَّهِ كَذَّابًا»
“Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan
kepada kebaikan, dan kebaikan itu mengantarkan kepada jannah. Sungguh
sungguh seseorang itu senantiasa berupaya jujur (dalam semua urusan)
sehingga benar-benar menjadi orang yang shiddiq. Sesungguhnya dusta itu
mengantarkan kepada fujur, dan fujur itu mengantarkan kepada neraka.
Sungguh seseorang itu terus berdusta hingga dia ditulis di sisi Allah
sebagai pendusta.” (muttafaq ‘alahi)
(tulisan ini hanya merupakan cuplikan singkat)
http://dammajhabibah.net/2013/08/25/untaian-mutiara-faidah-dauroh-nasional-2/
Review / Koreksi