إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar
mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian
beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri,
setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)
[Hati-hati Kristenisasi!]
Peringatan bagi Kaum Muslimin terhadap Tipu Muslihat Pengkristenan
Syaikh Abul ‘Abbas Yasin Bin ‘Ali Al-‘Adeni
[Pengajar Aqidah di markas Dar Hadits Dammaj, Ma’bar dan Viyusy di Yaman]
Segala puji yang sempurna hanya bagi
Allah Dzat Yang Menciptakan jin dan manusia, Dzat Yang Mengkhususkan
iman bagi hamba-Nya yang dia kehendaki, Dzat Yang Menunjukkan jalan yang
lurus kepada-Nya untuk mencapai derajat kemuliaan dan derajat ihsan
semata-mata dengan sebab kedermawanan-Nya. Semoga shalawat dan salam
yang sempurna tercurahkan bagi Nabi-Nya Muhammad keturunan Adnan serta
keluarganya dan shahabatnya yang mulia yang Allah khususkan dengan din
yang haq yang menjadi penimbang kebenaran terhadap seluruh pemeluk
agama. Dan saya bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan yang benar) selain
Allah tida sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba-Nya dan rasul-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati
melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali ‘Imran : 102)
ا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا
وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Hai sekalian manusia, bertakwalah
kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu,
dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian
saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (An-Nisa: 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا(×Þ)
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا(ÞØ)
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
niscaya Allah memperbaiki bagi kalian amalan-amalan kalian dan
mengampuni bagi kalian dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah
dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang
besar.”(Al-Ahzab 70-71)
Amma ba’du:
Sesungguhnya sebenar-benarnya ucapan
adalah kalam (ucapan) Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk
Muhammad, sejelek-jelek perkara adalah perkara yang dibuat-buat (dalam
urusan din), setiap perkara yang dibuat-buat (dalam urusan din) adalah
bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap (pelaku) kesesatan adalah
di neraka.
Wahai kaum muslimin, sesungguhnya di
antara perkara yang semestinya seorang muslim berbangga diri dengannya
adalah din Islam. Di mana tidaklah Allah mengutus Nabi-Nya yakni
Muhammad dan tidaklah Allah menurunkan kitab-Nya kecuali karena din
Islam. Hanya pada din Islam terdapat kemuliaanmu, ketinggianmu serta
kejayaanmu wahai saudaraku muslim!.
Sesungguhnya ahli kitab (orang-orang
Yahudi dan Nashrani) telah diberi kabar gembira dengan kedatangan
seorang Nabi (yakni Muhammad). Dan mereka meyakini bahwa Allah
menjadikan pertolongan (kemenangan) serta kemuliaan mereka dengan sebab
keluarnya Nabi tersebut kepada mereka.
Allah berfirman:
وَلَمَّا
جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ )اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ
وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا
جَاءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى
الْكَافِرِين(ßà)
بِئْسَمَا
اشْتَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ
بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ
عِبَادِهِ ۖ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ
مُّهِينٌ(×à)
“Dan setelah datang kepada mereka Al
Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal
sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat
kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa
yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat
Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya
(perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada
apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan
karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan
untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al-Baqarah 89-90)
Disebutkan di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim bahwa sesungguhnya Hiraql raja Romawi berkata kepada Abu Sufyan tentang keadaan Nabi Muhammad:
“Jika yang engkau ceritakan itu
benar, niscaya dia akan menguasai kerajaan yang berada di bawah kedua
telapak kakiku ini. Dan aku yakin bahwa Nabi tersebut akan muncul. Namun
aku tidak menyangka bahwa dia dari kalangan kalian. Seandainya aku tahu
bahwa aku bisa keluar menemuinya niscaya aku akan menempuh jalan
tersebut -sesulit apapun jalan tersebut- sehingga aku bisa bertemu
dengannya.”
Di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim
dari shahabat Thariq bin Syihab, beliau berkara: “Ada seorang Yahudi
datang menemui ‘Umar. Lalu dia berkata: “Wahai Amirul Mukminin, satu
ayat di dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya ayat tersebut
turun kepada kami – orang-orang Yahudi- niscaya kami jadikan hari
tersebut sebagai hari ‘Id (hari raya).’Umarpun berkata: “Ayat apa itu?”
Dia berkata:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama
kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (Al-Maidah: 3)
Namun ketika Allah utus rasul tersebut
dari kalangan Quraisy (dari ‘Arab) merekapun mengingkarinya karena hasad
(dengki) dan permusuhan (yang ada pada diri-diri mereka). Sehingga
mereka membuat tipu daya terhadap kaum muslimin. Sebagaimana yang Allah
kabarkan tentang mereka, Allah berfirman:
وَدَّ
كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ
إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka
dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman,
karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi
mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)Allah berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلَالَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا السَّبِيلَ
“Apakah kalian tidak melihat orang-orang yang telah
diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih)
kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kalian tersesat
(menyimpang) dari jalan (yang benar).” (An-Nisa’ :44)
Allah sebutkan di dalam ayat yang mulia
ini bahwa orang-orang yang diberi sebagian dari kitab -sementara mereka
sendiri menjual hidayah kebenaran dengan kesesatan- menginginkan pula
untuk menyesatkan kaum muslimin.
Allah sebutkan pada ayat sebelumnya
bahwa banyak dari kalangan mereka berangan-angan untuk memurtadkan kaum
muslimin. Faktor yang memicu mereka untuk bertidak demikian hanyalah
hasad. Hal ini tidaklah muncul pada diri mereka melainkan setelah
mengenal haq (kebenaran).
Allah berfirman:
وَدَّ
كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ
إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar
mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian
beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah
nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)Insya Allah, Sambungan dari tulisan ini akan kami sampaikan pada kesempatan mendatang.
Review / Koreksi