Lajnah Daimah ditanya :
“Apa hukum Islam tentang memberi ucapan
selamat untuk kaum Nashara dalam hari raya mereka,sebab saya mempunyai
paman yang tetangganya seorang nashrani,dia mengucapkan selamat
kepadanya dalam hari-hari raya,dan perayaan-perayaan. Demikian pula dia
mengucapkan selamat kepada pamanku itu pada saat hari raya, perayaan
tertentu, dan setiap ada acara. Apakah dibolehkan mengucapkan selamat
seorang muslim kepada nashrani,dan nashrani kepada muslim dalam perayaan
dan hari raya mereka?
Berilah fatwa untuk kami semoga Allah membalas kebaikan kepada kalian.
Lajnah Daimah menjawab :
“Tidak boleh seorang muslim mengucapkan
selamat kepada kaum nashara dalam pada hari-hari raya mereka. Sebab
demikian itu termasuk bentuk tolong menolong diatas dosa dan sungguh
kami telah dilarang melakukannya. Allah Ta’ala berfirman:
لَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Janganlah kalian tolong menolong diatas dosa dan permusuhan”. (QS. Al Maidah :2)
Demikian pula hal itu menyebabkan dia
sering bertemu dengan mereka, melakukan sesuatu yang mereka cintai, dan
mengesankan ridha dengan apa yang mereka perbuat dengan syi’ar-syi’ar
mereka dan ini tidak diperbolehkan.
Yang wajib adalah menampakkan permusuhan
kepada mereka dan menjelaskan kebenciannya,sebab mereka telah memusuhi
Allah Azza waJalla,menyekutukan-Nya, dan menisbatkan kepada-Nya istri
dan anak.Allah Ta’ala berfirman:
لَّا
تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ
مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ
أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ
فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ
“Kamu tidak mendapati satu kaum yang
beriman kepada Allah dan hari akhir saling cinta mencintai dengan
orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka adalah
bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka,
atau karib kerabat mereka. Mereka itulah yang Allah mencatat pada mereka
keimanan dan menguatkannya dengan ruh dari-Nya.”
(QS.Al-Mujadilah:22)
(QS.Al-Mujadilah:22)
Dan firman-Nya:
قَدْ
كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ
مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ
الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ
وَحْدَهُ
“Sungguh bagi kalian suri tauladan yang
baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya,tatkala mereka berkata
kepada kaumnya: sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari
apa yang kalian sembah dari selain Allah,kami mengingkari kalian dan
telah nampak antara kami dan kalian kebencian dan permusuhan
selama-lama-Nya hingga kalian beriman kepada Allah semata”.
(QS.Al-Mumtahanah:4)
Semoga Allah memberi taufiq,shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad,keluarga,dan para sahabatnya.
Lajnah Daimah,untuk pembahasan ilmiyah dan fatwa
Pimpinan: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Wakil ketua: Abdurrazzaq Afifi, Anggota: Abdullah Ghudayyan
Sumber : (Fatawa al-lajnah:3/no: 11168 terjemah oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari Hafizhahullah )
(Sumber
http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=90:hukum-memberi-ucapan-selamat-kepada-perayaan-orang-kafir&catid=31:nasehat-a-bantahan&Itemid=46)
Review / Koreksi