بسم الله الرحم الرحيم
Segala puji hanya untuk Allah dan kami
bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak melainkan Allah, hanyalah Dia
saja tanpa ada suatu sekutu bagi-Nya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya, sholawat dan salam senantiasa tercurah atas
beliau, keluarga, dan sahabat sahabat beliau.
Kemudian setelah itu..
Sungguh Allah telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :
اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Musa berkata kepada kaumnya:
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi
(ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya
dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang
yang bertakwa.” (QS. Al A’raaf 128)
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
Dan sungguh telah Kami tulis didalam
Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini
dipusakai hamba-hambaKu yang saleh (QS. Al Anbiya 105)
وَقَالَ
الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ
لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ
الظَّالِمِينَ وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ
لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ
Orang-orang kafir berkata kepada
Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri
kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada
mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu. Dan
Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka.
Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap)
kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku (QS. Ibrohim 13-14)
وَمَا
لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا
وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُتَوَكِّلُونَ
Mengapa kami tidak akan bertawakkal
kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami
sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu
lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang
bertawakkal itu, berserah diri”. (QS. Ibrohim 12)
الَّذِينَ
قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ
فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
(Yaitu) orang-orang yang kepada
mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada
mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka
menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah
sebaik-baik Pelindung”. (QS. Ali Imron 173)
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang
paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali ‘Imran: 139)
وَلَمَّا
رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ
وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا
إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
Dan tatkala orang-orang mu`min
melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah
yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan
Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka
kecuali iman dan ketundukan (QS. Al Ahzab 22)
وَلَقَدْ
سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ إِنَّهُمْ لَهُمُ
الْمَنْصُورُونَ وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami
kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka
itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara
Kami itulah yang pasti menang (QS. Ash Shaaffaat 171-173)
Ayat ayat tersebut dan yang semakna
dengannya terdapat janji Allah -dan janji Allah adalah benar-, Dia akan
menguasakan bumi ini untuk hamba hamba-Nya yang sholih. Dan Allah
memerintahkan mereka untuk bersabar, isti’anah (meminta pertolongan) dan
tawakal kepada-Nya, percaya penuh terhadap-Nya, serta untuk berpegang
teguh dengan kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya. Tatkala para salaf
(pendahulu) kita yang sholih memahami kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya
sesuai dengan apa yang diinginkan Allah, mengamalkannya, berdakwah
kepadanya, dan bermu’amalah dengannya, maka mereka mendapatkan janji
Allah berupa pertolongan, kekokohan di atas muka bumi, kemuliaan, dan
ketinggian. Mereka melewati beberapa generasi di atas semua itu,
kemudian menjalar di tengah tengah mereka hawa nafsu dan berbagai fitnah
(konflik), hingga seolah fitnah menjadi bagian dari agama di mata
mereka yang hatinya telah terkontaminasi olehnya, dengan dasar tersebut
mereka memancangkan permusuhan atau persahabatan, meskipun semua itu
berkonsekwensi pembunuhan jiwa yang haram, menumpahkan darah yang
terjaga, merampas harta. Hingga merembet hal tersebut kepada terkoyaknya
banyak dari kaum kaum muslimin, menyimpangkan mereka dari jalan yang
lurus, merubah tauhid menjadi kesyirikan, kebenaran menjadi kebatilan,
sunnah menjadi bid’ah, dan persaudaraan di atas keimanan menjadi
kebencian dan permusuhan.
Pada saat demikian, akan muncul pada
kaum muslimin kelemahan dan kerendahan, kekalahan demi kekalahan menimpa
mereka. Musuh musuh Islam menguasai kebanyakan kepentingan kaum
muslimin. Apa yang terjadi belakangan ini, diantaranya kuatnya pengaruh
dari musuh terhadap sebagian muslimin dan sebagian mereka memerangi yang
lain, adalah saksi yang sangat jelas dan bukti yang amat nyata tentang
hal di atas.
Dan sungguh telah menimpa penduduk Yaman
banyak hal yang telah disebutkan di depan lewat tangan orang orang yang
mengaku ahli bait (keluarga nabi). Mereka menonjol dari selainnya dalam
perkara perkara di atas, dengan celaan, caci makian, laknat, dan
pengkafiran terhadap kebanyakan sahabat Rasulullah.
Sekarang ini mereka sedang berbuat
banyak kejahatan, diantaranya adalah blockade mereka terhadap
perkampungan Dammaj, dengan apa yang di dalamnya, ma’had Darul Hadits
dan penghuninya dari bahan pangan, obat obatan, dan perawatan orang
sakit. Telah kita ketahui bersama bahwa Islam mengharamkan untuk menahan
makanan dan minuman dari hewan, orang yang melakukan hal itu terancam
neraka. Dalam sebuah hadits mutawatir (banyak jalur periwayatan),
Rasulullah bersabda : “Seorang wanita masuk neraka dengan sebab
seekor kucing yang dia tahan hingga mati, tidak dia beri makan dan minum
tidak pula dia lepaskan agar bisa mencari makan dari serangga serangga
di muka bumi”. Maka bagaimanakah kiranya mereka yang menahan
makanan untuk manusia? Bagaimanakah kiranya menahannya dari kaum
muslimin yang di tengah tengah mereka ada anak anak kecil?. Tidak kita
dapati orang yang mendahului mereka dengan kejahatan semacam ini kecuali
orang musyrikin yang memblokade Rasulullah dan para sahabatnya di
lembah Abu Tholib. Dan sungguh sebagian musyrikin menaruh belas kasihan
pada mereka dan berusaha untuk merobek kertas ikrar mereka. Apakah ada
diantara mereka (Syi’ah) yang mempunyai belas kasih walaupun dengan
belas kasih orang musyrik? Wahai Allah, sungguh rahmat-Mu kami harapkan,
maka janganlah Engkau bebankan diri kami pada kami sendiri walaupun
sekejap mata, dan perbaikilah segala urusan kami, tiada sesembahan yang
benar melainkan Engkau.
Dan segala puji bagi Allah yang telah
menggagalkan usaha musyrikin, memberi jalan keluar untuk Rasul-Nya
berserta orang yang bersamanya dari sahabatnya, dan menyematkan pada
kaum musyrikin kehinaan dan kerendahan serta adzab di dunia, dan sungguh
adzab akhirat itu lebih keras dan kekal. Maka sungguh mereka (syi’ah)
tidak aman dari sesuatu yang telah menimpa mereka (kaum musyrikin),
Allah berfirman :
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (QS. Al Fajr 14)
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
Maka apakah mereka merasa aman dari
azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab
Allah kecuali orang-orang yang merug.i (QS. Al A’raaf 99)
Dan Rasulullah telah bersabda : “Sesungguhnya Allah mengulur ulur waktu untuk orang zhalim hingga ketika mengadzabnya Dia tidak akan melepasnya”.
Dan kita menghibur saudara kita yang
terzhalimi, terhalangi dari makanan dan kebutuhan kebutuhan yang
bersifat darurat dengan firman Allah :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(QS. Al-Insyiroh: 5-6)
Dan dengan hadits dari Rasulullah : “Sesungguhnya ada pertolongan bersama dengan kesabaran, dan sungguh ada jalan keluar bersama dengan kesulitan”.
Semoga Allah menambahkan kepada kalian rasa tawakal, kepercayaan, dan
pengharapan pada Allah. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa kaum
muslimin saling berkasih sayang dan tolong menolong di antara mereka,
dan bahwa ahlus sunnah adalah orang yang paling besar kasih sayangnya
terhadap orang lain, maka hendaknya kasih sayang mereka terhadap saudara
saudara mereka di Dammaj lebih besar, semuanya seukuran kemampuannya,
mengerahkan bantuan sesuai kadar kemampuan untuk menyingkirkan gangguan
yang mereka derita dan melepaskan mereka dari kesusahan kesusahan
mereka, tentunya setelah bantuan dari Allah.
Dan kami wasiatkan pada diri kami dan
saudara saudara kami dengan taqwa pada Allah dalam kesendirian maupun
bersama sama, dalam keadaan senang dan sempit, Allah berfirman dalam
kitab-Nya :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki
dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS. ath Thalaq: 2-3).
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. ath Thalaq: 4).
Kita mohon pada Allah untuk
menganugerahkan kepada kita semua keikhlasan untuk-Nya dalam ucapan dan
perbuatan, dan untuk menjauhkan kita dari penyimpangan dan
ketergelinciran, dan melindungi dari kita dan semua muslimin dari semua
kejelekan dan keburukan, dan untuk mengembalikan kaum muslimin kepadaNya
dengan cara yang baik, dan menyatukan suara mereka di atas kebenaran
dan petunjuk, sesungguhnya Dia mampu atas segala sesuatu, tiada daya
upaya dan kekuatan melainkan dengan bantuan-Nya, dan sholawat serta
salam tercurah atas nabi kita Muhammad dan juga untuk keluarga dan para
sahabatnya.
Muhammad bin ‘Abdullah al Imam
‘Abdul ‘Aziz bin Yahya al Bura’i
‘Abdullah bin ‘Utsman adz Dzammari
Muahammad bin Sholih ash Shumali
Tanggal : 20/12/1432
Diterjemahkan dari : http://www.olamayemen.net/Default_ar.aspx?ID=1901
Oleh : Abu Yahya
Murojaah : Al Ustadz Qomar ZA, Lc.
Review / Koreksi