Carilah Bekal Akhiratmu di Bulan yang penuh Berkah!
Para pembaca rahimakumullah, semoga
Allah Subhanallahu wa Ta’ala memudahkan kita semua dalam melaksanakan
semua perintah-perintah-Nya, termasuk dalam menunaikan ibadah puasa
Ramadhan tahun ini.
Bulan Ramadhan adalah suatu kesempatan
emas bagi kaum muslimin untuk meraih berbagai pahala, karena di bulan
Ramadhan banyak ibadah yang bisa dilaksanakan disamping ibadah puasa itu
sendiri.
Di sisi lain, di bulan Ramadhan kaum
muslimin diberi kemudahan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala untuk
melaksanakan berbagai ibadah, karena para setan pada bulan ini
dibelenggu, terkhusus setan yang sangat durhaka. Sehingga nampak semarak
berbagai kebaikan, dan sebaliknya kejelekan berkurang. Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila Ramadhan telah tiba, maka
dibukalah pintu-pintu Al Jannah (surga), dan ditutup pintu-pintu An Nar
(neraka), serta para setan dibelenggu.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:
“Telah datang kepada kalian Ramadhan
yaitu bulan yang diberkahi, pada bulan tersebut Allah mewajibkan atas
kalian puasa, pada bulan tersebut dibuka pintu-pintu langit dan ditutup
pintu-pintu neraka Jahannam serta dibelenggu para setan yang durhaka, di
bulan itu juga Allah mempunyai satu malam yang lebih baik daripada
seribu bulan, barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya maka telah
diharamkan (kebaikan baginya).” (HR. An Nasa’i)
Amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan
Banyak ibadah yang diperintahkan atau dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan. Di antara ibadah-ibadah tersebut adalah:
1. Shaum (puasa)
Puasa adalah salah satu rukun dari
rukun-rukun Islam. Sehingga tidak sepatutnya seorang muslim melalaikan
apalagi meninggalkannya.
Puasa juga mengandung sekian keutamaan
bagi siapa yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Dia juga memperhatikan
syarat-syarat dan adab-adabnya.
Di antara keutamaan puasa adalah:
1. Sebagai sebab diampuninya dosa yang telah lalu
Hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan
karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah, maka diampuni dosanya
yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
2. Shaum (puasa) membentengi pelakunya dari An Nar (Neraka)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Shiyam (puasa) sebagai
benteng, dengannya seorang hamba dapat membentengi dirinya dari An Nar
(neraka). Dia (puasa itu) untukku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR.
Ahmad no. 14727)
3. Shaum mengantarkan (pelakunya) ke dalam Al Jannah (Surga)
Shahabat Abu Umamah radliyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku
suatu amalan yang dengan amalan tersebut aku bisa masuk Al Jannah
(surga)!” Beliau ` bersabda: “Wajib bagimu untuk berpuasa, (karena)
tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. An Nasa`i, Ibnu Hibban dan Al
Hakim)
4. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala tanpa hisab (perhitungan)
5. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu bahagia ketika berbuka dan ketika bertemu Allah diakhirat.
6. Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik bagi Allah Subhanallahu wa Ta’ala daripada aroma misik (kesturi)
Hal tersebut di atas sebagaimana yang
dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Setiap amalan Bani Adam
dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali kebaikan
sampai dengan tujuh ratus kali lipat. Allah Subhanallahu wa Ta’ala
berfirman: “Kecuali shaum (puasa). Maka sesungguhnya ia (puasa) untuk-Ku
dan Aku yang akan membalasnya; dia (hamba) meninggalkan syahwat dan
makannya karena Aku. Dan bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yaitu
ketika berbuka dan bertemu Rabbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang
berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada aroma misik.” (HR. Muslim no.
1945)
7. Shaum (puasa) dan Al Qur’an memberi syafa’at (dengan izin Allah) bagi pelakunya
Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Shiyam (puasa) dan Al Qur`an keduanya
memberi syafa’at bagi hamba pada hari kiamat. Shaum berkata: “Wahai
Rabbku aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka
izinkanlah aku memberi syafa’at padanya.’ Dan Al Qur`an berkata: “Aku
telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi
syafa’at padanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam melanjutkan:
“Maka keduanya (shaum dan Al Qur`an) diizinkan untuk memberi syafa’at.”
(HR. Ahmad no. 6337)
8. Pintu Al Jannah (surga) “Ar Rayyan” dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa.
Termasuk salah satu keutamaan shaum
(puasa) Ramadhan, Allah Subhanallahu wa Ta’ala jadikan bagi mereka yang
berpuasa pintu khusus untuk mereka di Al Jannah (surga) yang diberi nama
Ar Rayyan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Sahl bin
Sa’d radliyallahu ‘anhu, beliau ` bersabda:
“Sesungguhnya di Al Jannah (surga) ada
sebuah pintu yang disebut Ar Rayyan. Pada hari kiamat kelak orang-orang
yang berpuasa akan memasuki Al Jannah melalui pintu ini. Tidak seorang
pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Dikatakan (kepada mereka):
‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’, maka mereka bangkit (dan masuk).
Tidak seorang pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Ketika mereka
telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut, maka tidak seorang pun
bisa memasukinya.” (HR. Al Bukhari no. 1763 dan Muslim no. 1947)
Dalam riwayat yang lain: “Maka apabila
telah masuk orang terakhir dari mereka, ditutuplah pintu tersebut. Dan
barangsiapa yang masuk dia akan minum dan barangsiapa minum, maka tidak
akan pernah haus selamanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1903)
2. Shalat Tarawih
Di antara ibadah yang sangat dianjurkan
untuk dilaksanakan, terkhusus di bulan Ramadhan, adalah shalat tarawih.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa menegakkan shalat (Tarawih)
di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah,
maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Dan yang lebih utama, shalat tarawih
dilaksanakan secara berjamaah menurut mayoritas ulama, seperti Al Imam
Asy Syafi’i, Al Imam Abu Hanifah, Al Imam Ahmad, sebagian ulama
Malikiyah, dan yang lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya barangsiapa mendirikan
shalat bersama imam (secara berjamaah) hingga selesai ditulis baginya
seperti shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi)
3. Qira’atul Qur’an (membaca Al Qur’an)
Hendaknya orang yang sedang menunaikan
ibadah puasa menyibukkan dirinya dengan ibadah-ibadah yang lainnya,
seperti dzikir, qira’atul Qur’an, shadaqah, dan berbuat baik kepada
orang lain. Demikianlah yang dicontohkan oleh junjungan kita Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu
‘Abbas radliyallahu ‘anhuma:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam
adalah manusia yang paling bersemangat terhadap kebaikan. Dan (beliau
Shalallahu ‘alaihi wa Sallam) lebih bersemangat (dibanding biasanya-pen)
ketika Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang menemuinya di bulan
Ramadhan. Dan Malaikat Jibril ‘alaihissalam biasa menemui beliau
Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di setiap malam selama bulan Ramadhan
hingga akhir bulan. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam membacakan
kepadanya Al Qur`an. Maka ketika Jibril ‘alaihissalam menemuinya, Nabi
Shalallahu ‘alaihi wa Sallam lebih bersemangat terhadap kebaikan (lebih
kencang) daripada angin yang berhembus.” (HR. Al Bukhari no. 1769)
Bulan Ramadhan disebut juga Syahrul
Qur’an (bulan Al Qur’an), karena di bulan tersebut Al Qur’an diturunkan.
Maka perbanyaklah membaca Al Qur’an sambil merenungi kandungannya,
serta tanamkan di hati bahwa dirinya sedang membaca Kalamullah (firman
Allah Subhanallahu wa Ta’ala).
4. Memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa
Kaum muslimin rahimakumullah, seorang
muslim yang diberi keutamaan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dari sisi
rizki hendaknya memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk membantu
saudaranya yang kekurangan, walaupun sekedar memberi makanan berbuka
untuk mereka, karena keutamaan memberi makanan berbuka orang yang
berpuasa sangat besar nilainya di sisi Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa memberi makanan berbuka
bagi orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti orang
yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.”
(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Akan tetapi bukan berarti dirinya tidak
mengapa meninggalkan puasa (tidak berpuasa), cukup memberi makanan
berbuka sudah mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, maksudnya
bukan demikian. Semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala menerima
amalan-amalan kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Amin Ya Mujibas
Sailin.
Wallahu A’lam Bishshawab
(Sumber Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 33 / VIII / VIII / 1431, http://www.assalafy.org/mahad/?p=527)
Review / Koreksi