Nasihat Syaikh Rabi’ bagi pengelola situs Internet
Segala puji bagi Allah Subhanahu
wa Ta’ala, shalawat serta salam bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa
sallam, keluarga, para sahabatnya dan mereka yang mengikuti petunjuk
Beliau.
Amma ba’du
Sesungguhnya dengan sebab perkara yang menimpa Islam dan kaum muslimin berupa kejadian-kejadian yang suram, kehinaan dan keterpurukan di hadapan musuh-musuh Islam. Nasib kaum muslimin di depan musuh-musuhnya bagaikan santapan -di nampan – di hadapan para pemangsanya. Maka kami menyeru kepada para ulama kaum muslimin dan lembaga-lembaga ilmiah di tiap-tiap daerah yang ada di penjuru dunia, juga pemerintah kaum muslimin agar semuanya bertaqwa kepada Allah tentang kondisi ummat dewasa ini.
Hendaklah mereka mengetahui betapa ummat ini terancam mara bahaya, bahkan tertimpa bencana dan malapetaka. Hendaklah mereka tersadar akan tanggung-jawab di hadapan Allah untuk menyelamatkan ummat ini dari bala’ (malapetaka) dan kecelakaan yang menimpa mereka kemudian bersegera mencurahkan daya dan upayanya dengan melaksanakan sebab-sebab yang dapat membantu mereka keluar (dari malapetaka ini). Diantaranya yang terpenting adalah kembali kepada agama mereka yang benar baik di dalam aqidah, ibadah, akhlaq dan siyasah (strategi/politik yang syar’i).
Hendaklah mereka berpegang teguh dengan manhaj yang benar yang bersandarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul serta apa yang dipahami oleh salafus shalih di dalam mendidik generasi (ummat ini) di masjid-masjid serta lembaga pendidikan di berbagai jenjang dengan memanfaatkan berbagai sarana informasi yang ada, sambil selalu mengingat sabda Rasulullah :
Sesungguhnya dengan sebab perkara yang menimpa Islam dan kaum muslimin berupa kejadian-kejadian yang suram, kehinaan dan keterpurukan di hadapan musuh-musuh Islam. Nasib kaum muslimin di depan musuh-musuhnya bagaikan santapan -di nampan – di hadapan para pemangsanya. Maka kami menyeru kepada para ulama kaum muslimin dan lembaga-lembaga ilmiah di tiap-tiap daerah yang ada di penjuru dunia, juga pemerintah kaum muslimin agar semuanya bertaqwa kepada Allah tentang kondisi ummat dewasa ini.
Hendaklah mereka mengetahui betapa ummat ini terancam mara bahaya, bahkan tertimpa bencana dan malapetaka. Hendaklah mereka tersadar akan tanggung-jawab di hadapan Allah untuk menyelamatkan ummat ini dari bala’ (malapetaka) dan kecelakaan yang menimpa mereka kemudian bersegera mencurahkan daya dan upayanya dengan melaksanakan sebab-sebab yang dapat membantu mereka keluar (dari malapetaka ini). Diantaranya yang terpenting adalah kembali kepada agama mereka yang benar baik di dalam aqidah, ibadah, akhlaq dan siyasah (strategi/politik yang syar’i).
Hendaklah mereka berpegang teguh dengan manhaj yang benar yang bersandarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul serta apa yang dipahami oleh salafus shalih di dalam mendidik generasi (ummat ini) di masjid-masjid serta lembaga pendidikan di berbagai jenjang dengan memanfaatkan berbagai sarana informasi yang ada, sambil selalu mengingat sabda Rasulullah :
Artinya : “Setiap kalian adalah pemimpin
dan akan dimintai pertanggung-jawaban tentang kepemimpinannya”. (HR
Ibnu Majah dari Anas radiyallahu ‘anhu)
Juga sabda Rasul shalallahu alaihi wa sallam:
Artinya : “Jika kalian telah melakukan
jual beli dengan cara ‘inah (sejenis riba, pent), telah larut dalam
bercocok tanam, mengikuti ekor-ekor lembu dan meninggalkan jihad di
jalan Allah, maka Allah akan menimpakan atas kalian kehinaan yang tidak
akan tercabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada ajaran agama
kalian (Islam, pent). (HR Abu Dawud dari Ibnu Umar)”
Tidak diragukan bahwa ummat ini terjatuh
pada keterpurukan di dalam beberapa perkara bahkan terjatuh pada
kondisi yang sangat pahit. Para pemimpin ummat ini (ulama, pemerintah
dan lembaga-lembaga ilmiah) agar selalu mengingat firman Allah Subhanahu
wa Ta’ala:
ÙˆَÙ…َا Ùƒَانَ Ù„ِÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ٍ ÙˆَÙ„َا Ù…ُؤْÙ…ِÙ†َØ©ٍ Ø¥ِذَا Ù‚َضَÙ‰ اللَّÙ‡ُ ÙˆَرَسُولُÙ‡ُ Ø£َÙ…ْرًا Ø£َÙ† ÙŠَÙƒُونَ Ù„َÙ‡ُÙ…ُ الْØ®ِÙŠَرَØ©ُ Ù…ِÙ†ْ Ø£َÙ…ْرِÙ‡ِÙ…ْ
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang
mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan
Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan
(yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Ketahuilah bahwa sama sekali tidak ada
jalan bagi kalian untuk menyelamatkan ummat ini kecuali dengan cara ini
(kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan pemahaman
salafussholih, pent). Dan apabila mengambil jalan selain itu, maka tidak
akan bertambah kepada ummat ini kecuali kebinasaan dan kehinaan.
Sungguh musuh-musuh Islam tidaklah rela
melainkan ingin agar mereka keluar dari agamanya. Aku memohon kepada
Allah yang Maha Mulia Rabb Arsy yang Agung agar memberikan taufik kepada
ummat ini baik pemerintah muslim, ulama maupun rakyatnya untuk
bersegera melakukan sebab-sebab yang bermanfaat dimana Allah tidak akan
menerima selainnya.
Mudah-mudahan Allah menyatukan hati
ummat Islam dan kalimat mereka di atas al-haq (kebenaran). Pada
kesempatan ini aku tujukan nasehatku kepada mereka yang diberi taufik
oleh Allah -untuk mengikuti manhaj salafusshaleh agar bertaqwa kepada
Allah dan memantau diri mereka lahir maupun batin, mengikhlaskan pada
Allah baik ucapan maupun perbuatan mereka. Juga bersegera untuk menuntut
ilmu yang bermanfaat.
Kemudian aku nasehatkan kepada pengelola
situs internet, agar menjadikan situs internet ini sebagai sarana yang
efektif untuk menyebarkan manhaj salafi secara ilmiah dan benar pada
setiap materi yang disuguhkan pada kaum muslimin melalui sarana ini yang
dipermudah untuk mereka. Hendaknya yang menanganinya adalah para ulama
manhaj salafy ini, khususnya yang menguasai bidangnya masing-masing.
Maka yang menguasai bidang tafsir Al-Qur’an, hendaklah menulis tentang
tafsir; ilmu-ilmunya, hendaklah menyinggung (pembahasan) dengan aqidah
dan macam-macamnya, ibadah, mu’amalah serta akhlaq, di celah-celah ayat
yang ia tafsirkan, demikian pula pembahasan tentang ushulut tafsir
(pokok-pokok) dan macam-macamnya. Kemudian yang ahli dalam bidang hadits
hendaklah menulis makalah-makalah yang terambil dari sunnah Rasulullah
shalallahu’alaihi wasallam serta terfokus dalam masalah aqidah dan yang
lainnya, seperti yang telah saya sebutkan atas saudaranya yang menguasai
tafsir tadi sebagaimana iapun semestinya menulis tentang ilmu
musthalahul hadits dan biografi para ulama hadits.
Bagi yang menguasai bidang fiqih,
hendaknya dia menulis makalah yang berkaitan dengan bidang ini, memilih
pembahasan yang membantu para penuntut ilmu di dalam memahami Al-Qur an
dan Sunnah Rasulullah shallallhu’alaihi wasallam serta membahas masalah
fiqh yang disertai dalil. Bagi yang menguasai bidang tarikh (sejarah),
hendaklah dia menulis sejarah Nabi shallallhu’alaihi wasallam, para
sahabatnya dan figur para ulama ummat ini yang terbukti nyata dalam
pembelaannya terhadap Islam. Kemudian yang menguasai bacaan (Al Qur’an)
dan tajwid, hendaklah menulis makalah di bidang ini, juga yang menguasai
bidang bahasa, hendaklah menulis pembahasan makalah di bidang tersebut,
dengan syarat menjauhkan perkara yang tidak dikenal dalam manhaj salafy
ini seperti: Majaz dan semisalnya.
Hendaknya jangan melakukan bantahan terhadap ahlul bid’ah dan membongkar kesesatan mereka kecuali para ulama.
Hendaknya jangan melakukan bantahan terhadap ahlul bid’ah dan membongkar kesesatan mereka kecuali para ulama.
Saya berharap bagi para penanggungjawab
situs Sahab dan yang lainnya, agar tidak menerima tulisan-tulisan
kecuali yang benar-benar jelas menyebutkan namanya dan jangan menerima
yang hanya menggunakan nama-nama yang tidak jelas (samaran). Demikian
pula saya berharap kepada salafiyyin secara umum agar menjauhkan diri
dari perdebatan yang batil dan sebab-sebab yang menyeret pada
perpecahan. Kalaupun hal itu terjadi (di kalangan salafiyyin), maka
jangan sampai memperbanyak perdebatan dan jangan sama sekali
mencantumkan permasalahan ini pada situs internet Salafiyah atau yang
lainnya. Namun segera dikembalikan kepada para ulama agar mereka
membimbing dengan perkataan yang benar yang dapat menyelesaikan
perselisihan ini, Insya Allah. Saya nasehatkan kepada ikhwah agar
semangat dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat di antara mereka dan
menyebarkan sebab-sebab yang dapat mengantarkan kecintaan dan
persaudaraan di antara mereka.
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala
senantiasa memberikan taufik kepada semuanya terhadap apa yang dicintai
dan diridhaiNya serta menyatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Rabbku
Maha Mendengar (mengabulkan ) doa.
Penulis: Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
25 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah
25 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah
(Dikutip dari fatwa Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
25 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah. Diterjemahkan oleh al Ustadz Usamah Mahri. URL Sumber : http://www.sahab.net/sahab/showthread.php?s=f1c1ef6de9b68f00597fcc9bf1e7faab&threadid=300720%20.)
25 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah. Diterjemahkan oleh al Ustadz Usamah Mahri. URL Sumber : http://www.sahab.net/sahab/showthread.php?s=f1c1ef6de9b68f00597fcc9bf1e7faab&threadid=300720%20.)
Review / Koreksi