🕋🔇 PENGURUS MASJID BERBICARA SAAT KHUTBAH KARENA ADA KEPERLUAN, BOLEHKAH?
✍🏻 Al Lajnah Ad Daimah diketuai Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
❓ Tanya:
Bolehkah pengurus masjid untuk berbicara saat khutbah Jumat dengan tujuan merapikan saf laki-laki, meminta perempuan untuk diam, mengarahkan sebagian jamaah ke tempat wudhu, atau urusan lainnya?
💡 Jawab:
ج1: لا يجوز لمن في المسجد أن يتكلم أثناء خطبة الجمعة مع آخر مطلقا، سواء كان في تعديل صفوف أو إسكات النساء أو إرشاد بعض المصلين إلى أماكن الوضوء أو غير ذلك، أما الإمام فله أن يتكلم بما يرى فيه المصلحة؛ لأن « النبي صلى الله عليه وسلم لما رأى رجلا دخل المسجد وجلس ولم يصل التحية قال وهو يخطب: قم فصل ركعتين » وهكذا يجوز لأحد الجماعة أن يسأل الخطيب فيما تدعو الحاجة إليه؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم ينكر على الذي طلب منه الاستسقاء وهو يخطب، بل أجابه واستغاث، عليه الصلاة والسلام.
❌ "Tidak boleh bagi yang di masjid untuk berbicara saat khutbah Jumat dengan orang lain secara mutlak. Sama saja untuk meluruskan saf, menyuruh wanita untuk diam, mengarahkan sebagian jamaah ke tempat wudhu, atau yang lainnya.
💐 Adapun imam, boleh untuk berbicara dengan hal yang dia anggap maslahat. Karena, Nabi shalallallahu 'alaihi wasallam saat melihat seseorang masuk masjid dan duduk dan tidak salat Tahiyatul masjid, beliau mengatakan saat berkhutbah, 'Berdirilah lalu salatlah dua rakaat.'
🌾 Demikian pula, boleh salah seorang jamaah bertanya kepada khatib pada perkara yang dibutuhkan. Karena, Nabi shalallallahu 'alaihi wasallam tidak mengingkari orang yang meminta doa diturunkan hujan ketika khutbah. Bahkan, beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengabulkan permintaannya dan berdoa memohon turun hujan.
•┈┈•┈┈•⊰✿💎✿⊱•┈┈•┈┈•
#jumat #khutbah #fatwa #lajnah #IbnuBaz
🌍 Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com
📱 Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/tashfiyah
Review / Koreksi